Profil

Foto saya
Kota Tangerang, Banten, Indonesia
Tiada usaha yang ikhlas, kecuali Insyaallah akan dibalas oleh Allah. Belajar adalah usaha, maka Insyaallah, Allah akan membalas dengan memudahkan belajar seseorang dan menambahkan ilmu atas usahanya

ZAWIYAH

Selasa, 20 Mei 2014

ISIM MUTSANNA




ISIM MUTSANNA

a.      Apa yang dimaksud Isim Mutsanna?
Isim yang menunjukkan jumlah dua

b.      Bagaimana cara membentuk isim mutsanna?
Caranya adalah sebagai berikut: Dengan menambah ان  atau ين  setelah isim tunggalnya baik pada isim mudzakkar maupun muannats.

Perhatikan contoh berikut :
           
Tunggalnya
Ditambah ان
Ditambah ين
مُدَرِّس
مُدَرِّسَانِ
مُدَرِّسَيْنِ
مُدَرِّسَة
مُدَرِّسَتَانِ
مُدَرِّسَتَيْنِ
وَلَد
وَلَدَانِ
وَلَدَيْنِ
بنِْت
بِنْـتَانِ
بنِْتَـيْنِ
طاَلِب
طاَلِـبَانِ
طاَلِبـَيْنِ
طاَلِبَة
طاَلِبـتاَنِ
طاَلِبتَـْينِ

c.       Apa perbedaan penggunaan isim mutsanna yang dengan    انdan ين  ?

Dalam makna kedua-duanya berarti sama, namun dalam penggunaannya saya yang dibedakan, yaitu :

-          Isim mutsanna yang diakhiri ان ditempatkan pada saat ia marfu.
-          Isim mutsanna yang diakhiri ين  ditempatkan pada waktu ia mansub atau majrur.

d.      Perhatikan contoh berikut ini;

- Isim Mutsanna marfu
Keterangan
Kalimat
المدرسان marfu karena ia mubtada
الْمُدَرِّسَانِ فِي الْفَصْلِ 
الولدان marfu karena ia fa’il
ذَهَبَ الْوَلَدَانِ
الطالبتان marfu karena ia fa’il
تَعَلَّمَتْ الطَّالِبَتَانِ
Keterangan: semua isim mutsanna di atas marfu’ baik karena ia menjadi fail, menjadi mubtada atau menjadi apapun ketika ia marfu, maka tanda rafa’nya adalah alif.

Isim Mutsanna mansub
Keterangan
Kalimat
المدرسبن mansub karena ia isim inna
 إِنَّ الْمُدَرِّسَيْنِ فيِ الْفَصْل
الولدين mansub karena ia maf’ul bih
 أُشَاهِدُ الْوَلَدَيْنِ
الطالبتين mansub karena ia maf’ul bih
رَافَقْنَا الطَّالِبَتَيْنِ
Keterangan: semua isim mutsanna di atas mansub baik karena ia menjadi isim inna, menjadi maf’ul bih  atau menjadi apapun ketika ia mansub, maka tanda nasabnya adalah ya.




Isim Mutsanna mjrur
Keterangan
Kalimat
المدرسبن majrur karena ia isim majrur
اَلْمَكْتَبَانِ للْمُدَرِّسَيْنِ  
الولدين majrur karena ia isim majrur
 عَرَفْتُ مِنَ الْوَلَدَيْنِ
الطالبتين majrur karena ia mudhaf ilaih
 سِرْتُ مَعَ الطَّالِبَتَيْنِ
Keterangan: semua isim mutsanna di atas adalah majrur baik karena ia menjadi isim majrur dengan huruf jar, menjadi mudhaf ilaih  atau menjadi apapun ketika ia majrur, maka tanda jarnya adalah ya.


e.       Bagaimana kesimpulan dari  I’rab isim mutsanna ?
الاِسْمُ الْمُثَنىَّ مَرْفُوْعٌ باِلاَلِفِ وَالنُّوْن , مَنْصُوْبٌ وَمَجْرُوْرٌ بِالْيَاءِ وَالنُّوْن
Isim mutsanna  marfu dengan alif, adapun ketika mansub atau  majrur maka tandanmya adalah  ya


AF'AL KHAMSAH





AL-AF’AL  AL-KHAMSAH

a.      Apa yang dimaksud dengan al-Af’al al-Khamsah?
Fi’il mudhari yang diakhiri ان  -  ون -  ين  (alif nun, wawu nun atau ya nun).  Fi’il fi’il ini ada pada fi’il mudhari dengan dhomir   هما  - هم  - - أنتما  -  أنتم dan    أنتِ

b.      Bagaimana I’rab Af’al Khamsah ini?

Fi’il-fi’il ini I’rabnya sebagai berikut:
-          Apabila marfu’ maka tandanya adalah tetap adanya huruf nun
-          Apabila mansub, maka tandanya adalah dibuangnya huruf nun
-          Apabila majzum, maka tandanya adalah dibuangnya huruf nun

c.       Berikan contohnya!
Perhatikan contoh berikut!
(هُمَا )  :  الطَّالِبَانِ يُذَاكِرَانِ الدُّرُوْسَ 
(هُمْ )  :  الطُّلاَّبُ يُذَاكِرُوْنَ الدُّرُوْسَ
(أَنْتُمَا )  :  يَا أَحْمَدُ وَياَ عَلِىّ أَنْتُمَا تُذَاكِرَانِ الدُّرُوْسَ
(أنْتُمْ )  :  أَيُّهَا الطُّلاَّبُ! أَنْتُمْ تُذَاكِرُوْنَ الدُّرُوْسَ
(أنْتِ )  : يَا آنِسَة!  هَلْ أَنْتِ تُذَاكِرِيْنَ الدُّرُوْسَ

Penjelasan:
Kata-kata yang bergaris bawah tersebut adalah fi’il-fi’il mudhari af’al khamsah yang marfu, yang tanda marfu’nya adalah ditandai dengan tetap adanya huruf nun pada akhir fi’il-fi’ilnya tersebut.

Tapi perhatikan jika semua fi’il yang bergaris bawah tersebut diawali dengan huruf nasabلَنْ  berikut ini, apa yang akan terjadi?
(هُمَا )  :  الطَّالِبَانِ لَنْ   يُذَاكِرَا الدُّرُوْسَ       
(هُمْ )  :  الطُّلاَّبُ لَنْ يُذَاكِرُوْا الدُّرُوْسَ
(أَنْتُمَا )  :  يَا أَحْمَدُ وَياَ عَلِىّ أَنْتُمَا لَنْ تُذَاكِرَا الدُّرُوْسَ
(أنْتُمْ )  :  أَيُّهَا الطُّلاَّبُ! أَنْتُمْ لَنْ  تُذَاكِرُوْا الدُّرُوْسَ
(أنْتِ )  : يَا آنِسَة!  هَلْ أَنْتِ لَنْ  تُذَاكِرِيْ الدُّرُوْسَ

Kata لن adalah salah satu contoh huruf nasab yang dapat menasabkan fi’il mudhari, apa yang terjadi dengan fi’il yang bergaris bawah itu ketika diawali salah satu huruf nasab? Ia menjadi mansub, lalu apa tanda nasabnya? Tanda nasabnya adalah dengan dibuangnya huruf nun (yang semula ada ketika marfu’)

Dan perhatikan perubahan yang terjadi pada al-Af’al al Khamsah ketika diawali salah satu huruf jazam لَمْ?

(هُمَا )  :  الطَّالِبَانِ لَمْ   يُذَاكِرَا الدُّرُوْسَ        
(هُمْ )  :  الطُّلاَّبُ لَمْ يُذَاكِرُوْا الدُّرُوْسَ
(أَنْتُمَا )  :  يَا أَحْمَدُ وَياَ عَلِىّ أَنْتُمَا لَمْ تُذَاكِرَا الدُّرُوْسَ
(أنْتُمْ )  :  أَيُّهَا الطُّلاَّبُ! أَنْتُمْ لَمْ  تُذَاكِرُوْا الدُّرُوْسَ
(أنْتِ )  : يَا آنِسَة!  هَلْ أَنْتِ لَمْ  تُذَاكِرِيْ الدُّرُوْسَ

Kataلم  adalah salah satu contoh huruf jazam yang dapat menjazamkan fi’il mudhari, apa yang terjadi dengan fi’il yang bergaris bawah itu ketika diawali salah satu huruf jazam? Ia menjadi majzum, lalu apa tanda jazamnya? Ternyata tanda jazamnya adalah sama pada waktu ia mansub yaitu dengan dibuangnya huruf nun (yang semula ada ketika marfu’)

Kalo begitu apa kesimpulan I’rab dari al-Af’al al-Khamsah itu?
الأفعال الخمسة مرفوع بثبوت النون , منصوب ومجزوم بحذف حرف النون
Al-Af’al al-Khamsah itu marfu dengan tetap adanya huruf nun, adapun ketika mansub atau majzummaka tandanya  dengan cara dihilangkannya huruf nun.

ISIM GHAIR MUNSHARIF





اسم غير منصرف
ISIM GHAIR MUNSHARIF


Isim-isim tertentu yang tidak dapat menerima harakat tanwin dan kasrah, kecuali diawali oleh ال  atau menjadi mudhaf.. berikut ini ciri-cirinya :


1.            Setiap isim yang diakhiri oleh huruf alif ta’nist mamdudah (اء) Contoh:  صَخْرَاء    عَذْرَاءُ 
2.              Setiap isim yang berakhiran alif maqshurah   (ى)   Contohnya : حُبْلَى    -   ذِكْرَى   -    
3.              Setiap isim dengan pola مُنْتَهَى الجُمُوْع  Contohnya : مَسَاجِدُ     مَصَابِيْحُ   عَصَافِيْرُ
4.              Isim ‘Alam mufrad muannats,  Contohnya :  فَاطِمَةُ  - طَلْحَةُ  حَمْزَةُ

5.              Isim ‘alam ajam :  Contohnya:جبريل  - ميكائيل

6.              Isim ‘alam dengan pola fiil , Contohnya :  أَحْمَدُ  -  يَشْكُرُ  - يَزِيْدُ

7.              Isim ‘alam dengan susunan majzi. Contohnya :  سِبَوَيْه  - حَضْرَمَوْت 

8.              Isim ‘alam yang diakhiri alif dan nun. Contohnya : حَمْدَانُ   عُثْمَانُ     عِمْرَانُ   غَطْفَانُ
9.              Isim ’alam dengan pola فُعَلُ  . Contohnya : عُمَرُ  -  زُفَرُ  هُبَلُ

10.         Isim ‘alam yang akhirnya tambahan alif. Contohnya :   أَطْرَى  - ذَفْرَى

11.         Isim sifat dengan pola  أَفْعَلَ. Contohnya : أَحْمَرُ  - أَسْوَدُ  - أَفْضَلُ

12.         Isim sifat dengan pola فَعْلاَنُ. Contohnya : عَطْشَانُ  جَوْعَانُ  كَسْلاَنُ

13.         Isim sifat dengan pola فُعَال atau مَفْعَلُContohnya :   مَوْحَدُ - أُحَادَ  - مَثْنَى -  ثُلاَثَ - رُبَاعَ